Resep Masakan Wingko Babat Indonesia
Wingko Babat, berikut makanan kehormatan hati masyarakat dari Babat, suatu wilayah kecil di Kabupaten Lamongan - Jawa Timur. Makanan ini paling populer di sepanjang pantai unsur utara pulau Jawa, bahkan ada buatan wingko yang familiar dari Semarang, sehingga tidak sedikit orang mengira Wingko Babat berasal dari Semarang sebenarnya bukan.
Kalau kamu melewati jalur pantura, pasti tidak sedikit pedagang yang memperjual belikan Wingko Babat baik di stasiun kereta api, terminal bis atau toko jajanan dan oleh-oleh. Tak heran, walau kelihatannya simpel Wingko Babat adalahsalah satu jajanan kue tradisional yang manis, gurih dan lezat!
Membuat Wingko Babat sebenarnya lumayan mudah, sebab bahannya mudah didapat dan prosesnya pun tidak rumit. Semua orang pasti dapat membuat Wingko asal mau mengupayakan dan tahu cara yang benar ;-). Hanya perlu sedikit kesabaran saja ketika memanggang dengan wajan teflon sebab adonan yang manis, butuh panas sedang dan masa-masa pembakaran pelan2 agar wingko tidak gosong.
Catatan Penting: Meski tidak sedikit resep di sekian banyak buku referensi dan internet mengaku bahwa pembakaran/pemanggangan Wingko Babat dapat dilakukan dengan oven tanpa masalah, saran saya bakar Wingko Babat dengan teknik konvensional alias dipanggang di atas wajan teflon datar di atas kompor. Pemanggangan dengan oven tidak bakal menghasilkan Wingko Babat laksana penampakan umumnya, hasilnya Wingko Babat malah menyerupai kue kering ketan kelapa yang keras!! Percayalah, sebab saya sudah mengerjakan 2 kali eksperimen dengan variasi suhu yang jauh bertolak belakang dan hasilnya tetap jadi kue ketan kelapa kering ;-).
Sekedar saran dari empiris pribadi daripada kamu buang2 masa-masa dan energi namun hasilnya buat gondok!. Tapi bila masih tidak percaya ya silahkan jajaki dan buktikan sendiri he he ;-)
Bahan guna 20 buah:
250 gr tepung ketan
1 buah/250 grkelapa separuh tua, parut memanjang (jika tak ada, ganti dengan 125 gr sediaan kelapa parut kering/desiccated coconut dibaur dengan 125 santan kental)
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
150 air kelapa (jika tak ada, ganti dengan air hangat dibaur 1/4 sdt soda kue)
Cara Membuat:
Parut kelapa secara memanjang bila kamu memakai kelapa segar. (Lewati step ini kalau kamu terpaksa menggunakan sediaan kelapa parut kering).
Jika kamu memakai sediaan kelapa parut kering, campur kelapa parut kering dengan santan dan aduk sampai rata dan lembab.
Campur tepung ketan, gula pasir dan kelapa parut dan garam dalam wadah atau mangkok yang besar.
Tambahkan air tidak banyak demi sedikit sampai menjadi adonan yang rata dan dapat dibentuk. Uleni adonan sampai dapat dibentuk saja, tidak butuh sampai kalis.
Cicipi, andai perlu tambahkan gula atau garam secukupnya.
Bagi adonan menjadi 20 unsur yang sama rata. Ambil satu unsur adonan, format bulat dulu (dgn diameter tidak cukup lebih 5 cm) dengan memutar-mutar adonan salah satu kedua telapak tangan.
Tekan bola adonan dengan jari2 kamu hingga menjadi format bulat pipih dengan ketebalan 1.5 cm. (Lihat pada gambar).
Panaskan wajan teflon datar yang tebal dengan api sedang ( skala 4.5 dari 9).
(Ingat api mesti sedang sebab adonan wingko berisi gula dan cepat gosong. Jika panas terlampau besar wingko bakal hangus di lapisan luar sedangkan bagian dalam belum matang sama sekali).
Bakar di atas wajan sekitar 7 menit untuk masing-masing sisi. Cek sesekali agar tidak gosong.
(Beri jarak yang lumayan supaya tidak lengket satu sama lain sebab selama proses pembakaran ada bisa jadi wingko babat mengembang/membesar).
Balik hingga kedua sisi matang dan berwarna kecoklatan. Angkat.
Catatan:
Tambahkan air tidak banyak dulu tidak boleh langsung seluruh supaya adonan tidak terlampau lembek. Kandungan air pada tepung ketan dan kelapa parut memprovokasi kelembaban dan peningkatan air dapat bervariasi.
Jika adonan terlampau lembek, tambahkan tepung ketan secukupnya. Adonan wingko memang agak lengket dan tidak kalis, jadi tidak boleh tambahkan terlalu tidak sedikit tepung nanti hasilnya wingko terlampau keras.
Jika kamu memakai air biasa dan bukan air kelapa, usahakan beri soda kue (backing soda bukan backing powder), sebab soda kue menjaga supaya Wingko Babat tidak terlampau keras sesudah dingin.

